Memang catch-up sama temen-temen lama itu perlu. Beberapa hari yang lalu gue menemukan diri gue mengangkat telfon dan berbicara pada seorang kolega sekolah semasa di Jakarta dulu. Gue heran juga, dari sekian orang yg tercantum namanya dalam buku perpisahan itu, kenapa dia yg gue telfon? Jawabannya simpel, yaitu karena dari sekian banyak huruf yg membentuk kata menjadi nama, gue emang cuma bisa nelfon 2 diantara nama2 tersebut. Namun kemarin gue beranikan diri keluar dari rasa ketakutan gue itu dan menelfon seseorang lain.
I thought that it would be extremely inconsiderate of them kalo misalnya gue seneng2 bilang:
"Hey...ini Mia!"
Trus dibales dengan:
"Mia...? err... siapa ya... ?
Hm well, alhamdulillah itu gak terjadi siih.. tp gue jujur aja, hal ini akan selalu ngehantuin gue tiap kali gue ngangkat telfon^^;;
Pertanyaannya selalu sama; "kapan lo balik?". Dan jawaban gue pun gak bervariasi: in my totalest most extraordinary dreams.. (read: i wish i could :p). Sad hein? Jadi teringat suatu adegan dialog ngidul2 antara gue dan kk gue yg beberapa kali terlintas di pikiran gue:
gue: "man, I love Indonesia"
kk : "o yea? why don't you stay in it?"
gue: "i wish i could" [lol, that's twice i've said that now :p]
kk : "???"
In reality, itu dialog antara Bart and Lisa Simpson [yea the screwd up tv show]. Silahkan anda baca lagi dan ganti kata 'indonesia' dengan 'school' =)
Alritey, here's my check point.
See you's around.
Maybe...
Or not :p
Whichever's better, really.
haha.. am i sarcastic?
the correct answer is YES.
Peace :-)
Tuesday, September 28, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment