It's been long yaks, since we fought over attention, over new toys that were only to be desserted less than 5 minutes after, since we sat in one table at 7pm to do our homeworks and study. Hehe, it's been so long...
I realise that you've always restrained your emotions and have put mine before anything. Those times spent chatting late at night and early mornings around the same repetitive subject and end up with no conclusions,are complete waste of time but we still do it anyway because we know it's fun hearing ourselves think out loud. Your direct respond to my attitude, your method of cheering up that I find different because you tend to say one completely opposing opinion which later burns my brain into thinking, thus works effectively in the end. Your protective nature for me, eventhough you never admit it. Calling me only at 8pm after mom checked in and freaked out knowing I'm not yet home, but worry like mad when I come 5 minutes late at McDonald's. Understanding my mood fluctuations, simply asking "you okay?" and get back to what you were doing after hearing my dull response. Constantly reminding me to pray, and take life easily, not to think too much and jump to conclusions.
Thanks for being there, Da. There's so many more things that I can't pour out onto this limited blog entry. Thanks for being strong when I wasn't, at least for assuring me that you are. Taking care of me unlike anything since mom and dad left, giving me guidelines as oppose to rules. I've been shaped into who I am today, and your part in it is uncountable!!! I'm sorry if I always spring doubt in your decisions, putting away your papers thinking that I've done you a favour by rearranging them ^^; Making you feel awful because I start telling you things that happened in highschool in Indo just a couple of weeks ago, reminding you of how insensitive you are, and responding "I just know, it's clearly shown!" to most of your questions about people ...And the list goes on...
I wish you'll experience the most out of life, and to be able to face them even better than you're facing it now :-) Happy Birthday.
Friday, December 03, 2004
Thursday, December 02, 2004
Waktu untuk menghapus dan lanjut menulis novel kehidupanku.
Pitching nearer into the time to say goodbye, another small gathering was held today at a friend's resident. From spaghetti bolognaise a la Pakistani, LUDO board games, and dressing up- surely, we had a complete, fun get together. I enjoyed every moment of it :-)
Aku merasa sedikit terhibur saat kami mengenang apa yang telah kami lewati bersama dengan cukup sulit, menyampaikan keinginan kami kepada penasehat sekolah, untuk kemudian ditanggapi seakan kami semua Chelsea Clinton. Brosur-brosur sekolah yang begitu memikat dengan foto kampus idaman, melambungkan harap untuk kemudian digilas kembali saat melihat banyak angka dengan nol yang bergelindingan. Berbagai macam tes dan ujian di'anjurkan' untuk diikuti tanpa mendengar keluh siswa (jadwal pelajaran yang tidak karuan 8am-6pm Senin-Jum'at), beranggapan waktu luanglah yang seharusnya digunakan secara efektif. Waktu luang? Seandainya saja ada tempat yang tersisa untuk mengerjakannya. Dingin, kompetitif, sehingga siswa dibiarkan merasa tak berguna, lemah, dan pada akhirnya merasa bodoh, dalam kegelapan yang kelam.
Mengingat itu semua, aku sendiri sekarang merasa heran kenapa amarahku tidak meluap bersamaan dengan mereka yang mengelilingi meja makan. Aku rasa aku telah lelah, dua tahun menantikan saat ini. Kini aku lebih menyalahkan sebagian besar dari pengalaman itu pada diriku sendiri. Entahlah, yang pasti itulah kata-kata yang meluncur dari mulutku tadi siang. Ya, aku benar-benar sudah terlalu capek menghiraui masa depan, menghiraukan kedua orang-tuaku tentunya, walau mereka tak ingin menyebut. Namun diterimanya aku dalam sebuah institusi kini benar-benar berperan mengakhiri this battle that I've always lost. Dan saat itu jugalah aku mulai menerimanya, orang yang melaju terus menuju sebuah utopia- mendambakan sebuah status yang 'lebih', dan sering kali terlalu terfokus pada gambaran besar, sehingga melupakan titik, garis dan lengkungan yang menjadi pembentuk dasarnya. Alhamdulillah, kini aku terbebas dari bayangan itu... berkat susunan kata-kata we are pleased to offer you admission to our program, academic year 2004/2005.
PS: Happy Birthday Adis.
Aku merasa sedikit terhibur saat kami mengenang apa yang telah kami lewati bersama dengan cukup sulit, menyampaikan keinginan kami kepada penasehat sekolah, untuk kemudian ditanggapi seakan kami semua Chelsea Clinton. Brosur-brosur sekolah yang begitu memikat dengan foto kampus idaman, melambungkan harap untuk kemudian digilas kembali saat melihat banyak angka dengan nol yang bergelindingan. Berbagai macam tes dan ujian di'anjurkan' untuk diikuti tanpa mendengar keluh siswa (jadwal pelajaran yang tidak karuan 8am-6pm Senin-Jum'at), beranggapan waktu luanglah yang seharusnya digunakan secara efektif. Waktu luang? Seandainya saja ada tempat yang tersisa untuk mengerjakannya. Dingin, kompetitif, sehingga siswa dibiarkan merasa tak berguna, lemah, dan pada akhirnya merasa bodoh, dalam kegelapan yang kelam.
Mengingat itu semua, aku sendiri sekarang merasa heran kenapa amarahku tidak meluap bersamaan dengan mereka yang mengelilingi meja makan. Aku rasa aku telah lelah, dua tahun menantikan saat ini. Kini aku lebih menyalahkan sebagian besar dari pengalaman itu pada diriku sendiri. Entahlah, yang pasti itulah kata-kata yang meluncur dari mulutku tadi siang. Ya, aku benar-benar sudah terlalu capek menghiraui masa depan, menghiraukan kedua orang-tuaku tentunya, walau mereka tak ingin menyebut. Namun diterimanya aku dalam sebuah institusi kini benar-benar berperan mengakhiri this battle that I've always lost. Dan saat itu jugalah aku mulai menerimanya, orang yang melaju terus menuju sebuah utopia- mendambakan sebuah status yang 'lebih', dan sering kali terlalu terfokus pada gambaran besar, sehingga melupakan titik, garis dan lengkungan yang menjadi pembentuk dasarnya. Alhamdulillah, kini aku terbebas dari bayangan itu... berkat susunan kata-kata we are pleased to offer you admission to our program, academic year 2004/2005.
PS: Happy Birthday Adis.
Subscribe to:
Posts (Atom)