Thursday, December 02, 2004

Waktu untuk menghapus dan lanjut menulis novel kehidupanku.

Pitching nearer into the time to say goodbye, another small gathering was held today at a friend's resident. From spaghetti bolognaise a la Pakistani, LUDO board games, and dressing up- surely, we had a complete, fun get together. I enjoyed every moment of it :-)
Aku merasa sedikit terhibur saat kami mengenang apa yang telah kami lewati bersama dengan cukup sulit, menyampaikan keinginan kami kepada penasehat sekolah, untuk kemudian ditanggapi seakan kami semua Chelsea Clinton. Brosur-brosur sekolah yang begitu memikat dengan foto kampus idaman, melambungkan harap untuk kemudian digilas kembali saat melihat banyak angka dengan nol yang bergelindingan. Berbagai macam tes dan ujian di'anjurkan' untuk diikuti tanpa mendengar keluh siswa (jadwal pelajaran yang tidak karuan 8am-6pm Senin-Jum'at), beranggapan waktu luanglah yang seharusnya digunakan secara efektif. Waktu luang? Seandainya saja ada tempat yang tersisa untuk mengerjakannya. Dingin, kompetitif, sehingga siswa dibiarkan merasa tak berguna, lemah, dan pada akhirnya merasa bodoh, dalam kegelapan yang kelam.
Mengingat itu semua, aku sendiri sekarang merasa heran kenapa amarahku tidak meluap bersamaan dengan mereka yang mengelilingi meja makan. Aku rasa aku telah lelah, dua tahun menantikan saat ini. Kini aku lebih menyalahkan sebagian besar dari pengalaman itu pada diriku sendiri. Entahlah, yang pasti itulah kata-kata yang meluncur dari mulutku tadi siang. Ya, aku benar-benar sudah terlalu capek menghiraui masa depan, menghiraukan kedua orang-tuaku tentunya, walau mereka tak ingin menyebut. Namun diterimanya aku dalam sebuah institusi kini benar-benar berperan mengakhiri this battle that I've always lost. Dan saat itu jugalah aku mulai menerimanya, orang yang melaju terus menuju sebuah utopia- mendambakan sebuah status yang 'lebih', dan sering kali terlalu terfokus pada gambaran besar, sehingga melupakan titik, garis dan lengkungan yang menjadi pembentuk dasarnya. Alhamdulillah, kini aku terbebas dari bayangan itu... berkat susunan kata-kata we are pleased to offer you admission to our program, academic year 2004/2005.

PS: Happy Birthday Adis.

No comments: