Wednesday, February 23, 2005

Hari Ini [indo]

Dibawah ini prosa yang kutulis setelah melalui banyak hal dan perasaan, mulai dari bertemunya aku dengan satu jiwa mungil bernama Ardiana Ikhsan (Dis, gue pinjem adik loe ya), perginya seorang teman dari tanah Paris, sampai turunnya salju pagi hari ini.
Here goes.


Manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, menanggalkan hari menuju kedepan. Menyadari hakikat bulatnya dunia, kaburnya masa depan, dan fananya tanah bumi.
Jiwa tandus terbakar kan kelak kembali ditebari benih bunga matahari sebelum mungkin terbakar kembali.
Derasnya desir nadi mengikat kata meringkuh cinta,
dihancur, diserap, diurai menjadi abjad hampa.

Letupan sesaat membunuh harapan, menyelamatkan badan menuju surga dunia. Putihnya hati insani membisukan ucap, menampar merah kalbu yang hitam. Angkuh dan sombong menjadi lebam, kutipan tangis anak kecil menguliahi, membangunkan 'anak kecil' dalam diri.
Akankah kau lupakan begitu saja dirinya?
Dunia ini mendambakannya, merindukannya, menginginkannya. Bangunkan ia, peluk dan rasakan hangatnya fisik tak bertubuh itu.
... [end of literal session]...

Jadi kalo gak salah gue ketemu Adis di Champs ElysĂ©es waktu gue baru-baru nyampe dan pergi nonton ArrĂȘte-moi si tu peux (Catch me if you can) bersama temen-temen lain saat itu.
Hmm sayang at that time Mia was myself (don't ask...) and I only ended up loosening myself around 6 months ago. Padahal all those times I had the chance to talk to such a brilliant person yang sabar dan lumayan iseng karena bisa nemu blog gue dulu. Hehehe kidding, I really don't mind. Yeah I guess I should even thank you for it :-P
Satu hal yg jelas, gue berterima kasih ke loe dan keluarga loe untuk apa saja yang mereka telah berikan ke gue dan keluarga gue. And I'm sure things will work out for you ;-)
Tropical sunshine above you, Dis! Enjoy, until we meet again.

No comments: