Aku jadi ingat satu novel karangan Ratih Kumala, Tabula Rasa, yang memulai cerita dengan: "Kamu seperti menara." Kemudian dilanjutnya dengan penjelasan yang mengartikan kau bisa dilihat saat jauh sekalipun dan dikerumuni orang. Ditambah lagi saat kau menghilang, maka bingunglah orang-orang mencari tempat berkumpul. Kota menjadi kosong. Bayangkan, Paris tanpa Menara Eiffel, Jogja tanpa Candi Borobudur. ;-)
Aku sangat menyukai perumpamaan itu.
Langit indah sekali hari ini setelah beberapa hari terus-menerus gelap tak ramah. Ntah apa jadinya jika orang yang mengaku dirinya selalu 'terbawa' cuaca menghadapi musim dingin disini. Aku hanya bisa membayangkan mereka dengan mata cekung lelah menyumpahi fenomena alam yang tak layak disalahkan. Salahkan saja diri mereka yang tak cukup dewasa merubah bawaan yang dibuat-buat.
Selalu ada oposisi di dunia, bukan? Dimana ada Superman, ada Lex Luthor; dimana ada Turtle Ninjas ada Shredder; dan dimana ada Sagitarius yang melindungi Athena, ada Capricorn yang membunuh Sagitarius. :-)
Begitu pulalah dengan cuaca, tatkala langit bersedih maka sudah selayaknya kita berbalik dan bersenang. Jika kita ingin, tentunya cukup mudah. Ini berfungsi dua arah juga, karena bermalas-malasan juga merupakan keinginan.
Maka lengkaplah segala kemudahan untuk masuk jauh dalam selimut, memeluk bantal guling dan berkhayal. :-)
There's an Indonesian novel, Tabula Rasa, written by Ratih Kumala that begins the love adventure with: "You are like a tower." Then she explains that you can be seen from far away and even when there's a crowd around you. Moreover when you are gone, people will be confused as to find a place to meet. The city would be vast empty. Imagine, Paris without the Eiffel Tower, Jogja without the Borobudur Temple. ;-)
I love the image there.
Anyhow, I don't have any plans drawn out today but I might watch a movie tonight and involve myself into a 2 dimension world ;-)
Spring is coming and will settle in the next couple of weeks, I hope. Ckck.. it's been long.
Summer will also come soon, I don't know whether I should be feeling bummed or happy since I haven't decided what to do or where to go. Staying in Paris would be to my future advantage but staying here also means a hell of a lot must-do's and for what seems to me an eternal drowsiness merging with the whole of me. Going away is great, but as I've said, I'll be spending the rest 2 years cursing my holiday. I really wish I could go back to Indonesia, but I guess there's no reason to. My life is here now, and all the fuzziness that goes with it. How charming.
Friday, February 25, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment