Friday, November 04, 2005

Identitas?

Suatu perbincangan cukup menarik mengambil tempat saat saya dan teman pulang dari bioskop ke concorde. Hubungan saya dan dia sebatas "temannya-teman" dengan dunia 135 derajat berbeda (45 yang sisa mununjuk persamaan kampus dan latar belakang. Walau dia memiliki paspor Belgia, dia masih setengah Thailand-Kamboja).

dia: "lo beruntung ya"
mia: "beruntung kenapa?"
dia: "sudah banyak melihat dunia"
mia: "... ya, dan kalau ada satu hal yang gue bisa syukuri dari semua perpindahan itu... pasti gimana mereka udah ngerubah penglihatan gue"
dia: "dan saat balik, pengalaman itu akan menjadikan lo orang yang lebih menarik"
mia: "hmm"
dia: "soalnya identitas lo jelas"
mia: "identitas?"
dia: "yup"
mia: "..."
dia: "gini loh mi, menurut gue nilai-nilai Asia lo kuat banget untuk orang yang sering ninggalin tanah air"
mia: "oyah?"
dia: "yup."
mia: "mungkin karena saat-saat umur 'pembentukan' gue berada di negara gue kali"
dia: "mungkin"


---

dia: "... nyokap gue selalu protes ngeliat nilai-nilai Asia gue semakin hilang. kan dia yang nikah sama orang Eropa"
mia: "..."
dia: "haha.. begitulah"
mia: "tapi, waktu pertama kenalan dulu, lo bilang lo orang Thailan. apa itu ngga berarti lo merasa 'lebih' Thailan?"
dia: "iya, tapi gue masih bingung milih values yang mana"
mia: "oh gitu"
dia: "sekarang sudah terlambat"

mia: "..."

---

Perjalanan menuju metro cukup jauh, namun sepanjang jalan, perbincangan kami tanpa saya sadari telah berubah menjadi curahan. Dalam hati, saya mendecak kagum atas kejujuran dan kepolosan hatinya. Dibalik isapan rokok, tato dan canda tawanya saat berada dibelakang meja kelas, ternyata masih tersimpan jiwa seorang gadis 19 tahun yang jenaka.

Hatinya baik. Bagi saya, hanya itu yang penting.

No comments: