Friday, October 15, 2004

Ramadhan

Alhamdulillah, satu hari puasa telah kujalani. Ramadhan pertamaku jauh dari ayah bunda. Aneh rasanya, tak kusangka hanya setahun yang lalu kami masih bersama menunggu imsak, meramalkan hari ini. Ironis adanya, namun itulah nyata. Diawali dengan permohonan maaf, diakhiri dengan kesucian. Suatu hubungan sebab-akibat yang beralasan, meski aku kurang memahaminya.

Baru hari inilah aku merasakan hawa udara musim gugur. Musim yang indah, sungguh- menambah nilai keindahan kota ini. Lepas dari itu, meski seringnya aku dengar reputasi negara Inggris sebagai God's forbidden country, aku percaya aku dapat belajar mencintainya.

Musim gugur dan Ramadhan, dua period yang begitu terkait dalam alamku. Sebelum aku dapat menyadarinya, musim gugur akan berlalu dan berubah dingin. Tidak sama halnya dengan musim semi yang menandai kedatangannya secara dramatis. Sure, ia adalah musim yang disukai banyak jiwa, menandai adanya suatu 'kelahiran'. Aku menyukainya. Di lain pihak, aku tak dapat menghargainya lebih dari itu.

Ia transparan.
Ia mengerikan.

Ramadhan pun akan berlalu sebelum aku 'sempat' memberikan yang terbaik dari diriku. Itu menyedihkan, tapi dapat kupahami. Aku tidak puas terhadap apa yang telah kuubah dari bulan Ramadhan sebelumnya, dan kuharap tahun depan pun sama. Aku tidak menyukai kata perfeksionis, namun aku tidak akan bingung jika orang mencap aku sebagai satu diantara ribuan mereka. Apakah orang harus mempunyai alasan dengan segala apa yang dia kerjakan atau ucapkan? Mungkin iya, karena segala sesuatu di bumi terikat dengan hubungan sebab-akibat. Aku masih mencari jawabannya.

Kini, aku membicarakan keberadaanku di tahun yang akan datang, persis tatkala aku masih bersama ayah & bunda, meramal apa yang aku akan tulis di blog satu ini. Diawali dengan permohonan maaf, diakhiri dengan kesucian. Aku berharap =)

No comments: