Monday, January 31, 2005

Mother

Most of us would surely know the important role of a Mother in our lives. The figure we see when we're in fear, the figure that naturally analyzes sound waves of our voices finding lies, the figure who can see through our bedroom walls and see our tears. A mother.

Sebagian besar dari kita tentu mengetahui besar arti peran Ibu dalam kehidupan. Sosok yang terbayang tatkala berada dalam ketakutan, sosok yang dengan naturalnya dapat menganalisa gelombang suara kita menemukan kebohongan, sosok yang mampu menembus dinding kamar kita melihat air mata. Seorang ibu.

Thin layer of liquid covers her eyes speaking 1000 words, wrinkled hands heaved up each night praying for us. Her flesh would always be warm when hugged, her kisses would always heal when we're sick, her touch would always be gentle & comforting. She is there, always will be.

Selapis cairan bening menyelimuti bola matanya berbicara 1000 kata, tangan yang berkeriput diangkatnya tiap malam berdo'a demi kita. Badannya selalu hangat untuk dipeluk, ciumannya selalu menyembuhkan tatkala sakit, sentuhannya selalu halus & menenangkan. Ia ada disana, akan selalu berada disana.

- O -

Aku dan Ibuku, kita memang selalu dekat. Aku tak pernah berada dalam kemarahan dengannya lebih dari beberapa jam, bahkan saat aku berada dalam zona bahaya 15 tahun.
Aku selalu dididik untuk mengeluh. Ya, untuk mengeluh jika aku merasa sakit, untuk mengeluh saat orang-orang tidak menyenangkan di sekolah mengakibatkan aku membenci sekolah.
Ia tak pernah mengecewakanku, bahkan saat aku telah benar-benar menyangkanya.
Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti bagaimana ia dapat mengetahui saat aku tak sarapan atau bahkan tak pakai syal ke sekolah. Lebih hebatnya lagi, ia mengetahui itu semua dari saluran telfon ribuan kilometer dari sini.

My mom and I, we've always been close. I've never been in rage with her for more than a couple of hours, even when I was in my danger period of 15 years old.
I've always been told to complain. Yes, to complain whenever I feel sick, to complain whenever annoying children in primary makes me hate school.
She has never disappointed me, even when I had really expected her to.
Up to now, I still don't understand how she knows if I skipped breakfast or simply forgot to wear my scarf to school. Incredibly, she knows these through a telephone line from thousands of miles away.

Mom, I love you.

H a p p y B i r t h d a y.


No comments: